Jumat, 30 September 2011

Bingung

Bingung................
Ketika melukisan,
Kata-kata dalam tulisan.
Bingung................
Apa yang ungkapkan.
Pikiran pun bingung............
Akhirnya....bingung.....bingung......
Judulnya aja bingung.................
Ya...... bingung............

MAU

Kepala.......
Mau pecah.
Mulut pun,
Mau menjerit.
Hati......
Mau berkata.
Perkataan itu,
Mau di tulis

Rabu, 28 September 2011

SAAT

Saat sepi,
Malam pun tiba.
Saat tidur,
Mimpi pun datang.
Saat pagi,
Mentari pun muncul.
Saat siang,
Panas pun mendera.
Saat petang,
Angin pun menghangatkan.
Saat hidup,
kenikmatan pun dirasakan.
Saat mati,
Mayat pun dishalatkan.
Saat shalat,
Doa pun terpanjatkan




KENANGAN

Kenangan indah,
Akan Terukir.
Kisah sedih,
Berusaha dihapuskan.
Gemuruh jiwa,
Menghayutkan malam.
Lamunan itu.....,
Menghanyutkan raga.
Persaan hati,
Siapa tau.
Kepada Illah,
Tempat menyadu.

KEHIDUPAN

Kehidupan Bagaikan Roda.
Yang Terus Berputar.
Terkadang di Atas, di Bawah,
Bahkan di Tengah.
Dalam Perjalanan Hidup,
Takkan Pernah tertebak.
Yang diHarapkan,
Berbeda dengan Kenyataan.
Ada rahasia ...
Disetiap Kehidupan.
inilah yang terbaik ...







Senin, 26 September 2011

Walau Sedih Ku Tetap Tersenyum

Kedatanganmu tak terencana.
Pertemuan itu begitu singkat.
Kini perpisahan telah tiba di ujung jalan.
Rindu akan canda tawamu.
Mengharapkan kehadiranmu.
Kini kau pergi telah meninggalkan ku.
Ku hanya terdiam dalam sedih
Sungguh diri ini tak berdaya.
Tatap ku berusaha untuk tersenyum.
Hanya seuntas doa ku kirimkan untuk mu.

Pengetahuan Bencana

Bencana adalah Suatu gangguan serius terhadap keberfungsian suatu masyarakat, sehingga menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi materi , ekonomi atau lingkungan dan melampaui kemampuan masyarakat yang bersangkutan untuk mengatasi dengan menggunakan sumber daya mereka sendiri (ISDR, 2004). Menurut UU No.24/2007 menyatakan bencana adalah Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/ atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. dengan demikian bencana adalah suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam atau karena ulah manusia yang terjadi secara secara tiba-tiba atau berlahan-lahan yang mengakibatkan hilangnya jiwa manusia, kerusakan harta benda dan lingkungan. Bencana tersebut di sebabkan letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada antara dua benua dan dua samudera terbentang di garis khattulistiwa serta terletak pada pertemuan tiga lempeng utama dunia merupakan wilayah teritorial yang sangat rawan terhadap bencana (Kirmanto, 2002).  
Indonesia memiliki tiga katagori bencana (UU No.24/2007). Pertama, bencana alam: bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan antara lain: gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan/puting beliung, dan tanah longsor. Kedua, Bencana non alam: bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal tekhnologi, epidemik, dan wabah penyakit. Ketiga, Bencana sosial: bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat, dan terror.
Kejadian gempa 26 Desember 2004 dengan kekuatan 8,9 skala Richter diikuti dengan gelombang tsunami  mengisyaratkan bahwa upaya mitigasi dan kesiapsiagaan belum dilakukan dengan baik. Dampak bencana yang dirasakan juga semakin parah, disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk diantaranya meningkatnya jumlah penduduk yang tinggal di daerah yang rentan bahaya, rendahnya tingkat kesiapsiagaan  dan upaya mitigasi di tingkat pemerintahan  serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana. Pengalaman sebelumnya terlihat daerah yang paling banyak menelan korban adalah daerah yang masyarakatnya tidak mempunyai pengetahuan tentang tsunami yang pada dasarnya sudah pernah terjadi.
 Hal tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan mitigasi kebencanaan bagi masyarakat, khususnya dunia pendidikan pada berbagai jalur dan jenjang pendidikan. Selama ini peristiwa bencana alam telah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Selain itu masyarakat belum memiliki kesiapan menghadapi bencana alam yang seringkali datang secara tiba-tiba. Sebaliknya di Simeulu jumlah korban tercatat relatif sangat kecil 7 orang, hal ini disebabkan mereka telah lebih awal mendapatkan pengetahuan untuk menyelamatkan diri dari bencana alam (Fakri, 2006). 
 
Sumber:
Fakhri, ”Esensi Dakwah Dalam manajemen Penanggulangan Bencana Alam, Al-Bayan, Vol. 12  No. 13. Jakarta. 2006.
International Strategy for Disaster Reduction (ISDR), 2004.  
Kirmanto D, ”Kebijakan Penanggulangan Bencana, Pulitkim, Bandung, 2002.
Undang-undang Republik Indonesia, nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.


Jumat, 23 September 2011

Tak-kan

Waktu tak-kan tertukar.
Pertemuan tak-kan terhalang.
Berita tak-kan disangka.
Perpisahan tak-kan terhindar.
Waktu tak-kan berhenti.
Misteri tak-kan terungkap.
Semua tak-kan jelas.
Karena itu tak-kan ada yang sia-sia.